Mei
10
Partai Politik Bergerak (di Pilkada Kab. Tangerang)
Mei 10, 2012 | | 1 Comment
PARTAI politik adalah hulu sekaligus hilir dalam kontestasi Pilkada. Di tangan partai politik, semua urusan Pilkada ditentukan. Mereka yang menyeleksi, merekrut, memilih, memutuskan sekaligus memenangkan tokoh. Segala pokok perkara, dari paling remeh sampai sebesar gajah, menjadi ranah kepentingan partai politik. Maka masuk akal, jika ingin mendeteksi dinamika Pilkada di Kabupaten Tangerang, harus bersumber pada aktivitas di dapur partai.
Mei
3
Dilema Pilkada dan “Pemilih Buruk”
Mei 3, 2012 | Tagged Pilkada Kab. Tangerang | 2 Comments
Ketidakadilan terjadi bukan karena banyaknya orang-orang jahat,
melainkan karena kuatnya sikap ketidakpedulian
(Albert Einstein)
Secara filosofis, Pilkada adalah metode regenerasi kepemimpinan politik, yang dilakukan secara demokratis, melibatkan suara rakyat, dibuat berkala, seraya memberikan legitimasi terhadap pemimpin yang terpilih. Tetapi itu saja tidak cukup. Idealnya, Pilkada tak hanya menjadi alat legitimasi (pengesahan), melainkan juga delegitimasi (penolakan).
Apr
22
Anatomi Korupsi di Pilkada Kabupaten Tangerang
April 22, 2012 | Tagged Pilkada Kab. Tangerang | 8 Comments
Ada dua jenis korupsi. Korupsi karena kebutuhan,
dan korupsi karena keserakahan
(Teten Masduki, eks Koordinator ICW)
Gerak awal korupsi Pilkada yang potensial terjadi di Kabupaten Tangerang niscaya terjadi dalam empat pola utama. Mari lakukan anatomi (pembedahan). Sekaligus resolusi. Agar kita semua paham bahwa yang disebut kecurangan Pilkada tak hanya berbentuk pelanggaran dalam tahapan Pilkada itu sendiri. Melainkan sudah terajdi di periode paling dini, yaitu sekarang ini.
Apr
16
KNPI Banten dan Lumpuhnya Nalar Politik Kaum Muda
April 16, 2012 | Tagged KNPI Banten | Leave a Comment
Rujukan testimoni terbaik demi menggambarkan kekuatan politik kaum muda, mau tak mau akan mengutip ungkapan Bung Karno, yang berbunyi: Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah dunia…
Apr
15
Tebar Kekuatan atau Tebar Pesona?
April 15, 2012 | Tagged Pilkada Kab. Tangerang | 5 Comments
Catatan Kritis atas Fenomena Ribuan Spanduk
di Pilkada Kab. Tangerang
RUMUS paten untuk mendongkrak nama beken di Pilkada Kab. Tangerang kurang lebih seperti ini: tebar spanduk untuk 278 kelurahan/desa, di 29 kecamatan. Berapa jumlahnya? Minimal 1.000 lembar, itu artinya per keluarahan/desa terpasang tiga sampai empat. Tentukan titik pemasangan, idealnya di jalur utama, perempatan, pasar, dekat masjid/sekolah, dan daerah yang menjadi jalur lalu lintas atau pergerakan orang. Jangan pancang di kuburan, apalagi di dalam gua.
Apr
12
Perang Semesta di Pilkada (Tangerang)
April 12, 2012 | Tagged Pilkada Tangerang | Leave a Comment
Si vis pacem, para bellum, jika ingin damai harus siap perang
(Pepatah Latin)
“Perang bukan lelucon”, kata Zlata Ifipovich, bocah kecil korban kebengisan balatentara Kroasia yang membantai muslim Bosnia. Tentu saja. Hanya orang dengan isi kepala jebol saja yang menyatakan perang adalah sebentuk dagelan. Atau harus terlebih dahulu menjadi sesinting Kaisar Nero, yang membakar Kota Roma (yang megah) sembari tertawa-tawa… Perang adalah perang.
Apr
10
Partai Demokrat dan Reorientasi Citra
April 10, 2012 | Tagged Partai Demokrat | Leave a Comment
Surplus dukungan dan pemanjaan fasilitas pencitraan adalah dua pokok perkara yang kini menghilang dari Partai Demokrat. Apa-apa yang dulu begitu istimewa di tubuh partai berlogo The Mercy ini, kini malah berbalik menjadi beban.
Apr
4
Riset dan Survey Pilkada yang Menjengkelkan
April 4, 2012 | | 4 Comments
Angka bulat dalam statistik, selalu berarti kebohongan
Hampir-hampir tak ada lagi riset politik yang bisa mendidik publik. Lantaran begitu pekat dengan manipulasi, rekayasa, serta kamuplase. Kita sebagai publik awam, acapkali kesal lantaran dijejali dengan pelbagai publikasi riset dengan kepentingan politik yang terlalu menonjol.
Apr
2
Rahasia “Mantra” dalam Pilkada
April 2, 2012 | Tagged Pilkada | 7 Comments
George Orwel, filsuf Inggris sekaligus juga novelis, pernah mengingatkan kita tentang bahaya “bahasa politik”. Menurutnya, bahasa politik dirancang untuk membuat sebuah dusta seolah-olah benar. Dalam bahasa politik, hanya ada satu aturan: semuanya adalah permainan.
Mar
24
Para “Bandar” di Pilkada Jakarta
Maret 24, 2012 | Tagged Pilkada Jakarta | 3 Comments
Tak pernah (mau) kalah. Alergi kalau harus rugi. Berani spekulasi. Lihai main curang. Tak sungkan-sungkan mengorbankan banyak pihak. Secara mendasar, mereka hanya bisa untung ketika ada yang buntung. Inilah tabiat asli para bandar. Dor!
Di mata para bandar, kaidah win-win solution (atawa menang bersama) adalah sepah yang dibuang ke tempat sampah!
Sama saja. Bandar Narkoba menangguk limpahan duit dari korban yang tercekik (karena sakaw atau fly). Bandar judi kaya raya dengan menipu rakyat jelata. Sementara Bandar Prostitusi menjadi kaum Jet Set dengan menjual pemuas syahwat. Kalaupun ada bandar yang membawa maslahat bersama, tak lain adalah bandar(a) Soekarno Hatta. Yang lain tidak. Read more















