• 4

    Dec

    Batu Cincin adalah Demokratisasi Hobi

    Zaman batu tidak hilang karena manusia kehabisan batu… (Zaki Al Yamani, Menteri Perminyakan Arab Saudi, era 1970-an) Orang kampung sedang gandrung. Orang kota terpesona. Orang kaya ikut-ikutan memuja. Orang miskin sibuk mikirin. Dengan begitu mudah kita memastikan, bahwa “sesuatu” yang membetot perhatian banyak kalangan itu adalah batu cincin. Batu cincin merangsek ke orbit gaya hidup masyarakat (terutama pria) nyaris tanpa rekayasa dari siapapun. Seolah menabrak rumus resmi yang sudah begitu mapan, bahwa segala hal yang menjadi populer...
  • 2

    Dec

    Media Sosial Untuk Kebangkitan Desa

    Edisi khusus 100 halaman dari Harian KOMPAS (28/11) menyuguhkan sederetan menu penting. Salah satunya: liputan khusus tentang Desa. Bila menyimak keseluruhan artikel yang ditampilkan, KOMPAS mengajak pembaca untuk melakukan telaah serius. Seputar peluang dan tantangan atas pelaksanaan alokasi dana 1,4 Milyar per desa, di 2015 nanti. Sudut pandang yang menjadi pijakan harian terbesar nasional ini mengarah pada empat pokok soal. Pertama, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa bisa menjadi kekuatan untuk memperkokoh pembangunan berbasis desa. Namun harus menghadapi reali...
  • 27

    Nov

    Horor Kriminalitas di Media Sosial

    Para predator seks, penipu ulung, pemeras serakah, maniak judi, penjahat sadis, dan kaum psikopat lainnya seperti memperoleh senjata sakti via media sosial. Dengan twitter, facebook, youtube, dan sejenisnya, mereka bisa memperoleh akses tak terbatas untuk mengakses praktek kotor yang digemari. Lantaran komunikasi daring (online) membanjiri ruang maya dengan semua itu (pornografi, judi, sadisme, vandalisme, dan pesan-pesan kebencian). Sekaligus bisa mengadopsi pola-pola kejahatan yang pernah terjadi. Ingat kejahatan selalu melahirkan para...
  • 10

    Nov

    Media Sosial Era Pahlawan Nasional

    Bagaimana jika Bung Karno sudah mengenal instagram? Ribuan foto diri beliau pasti tersebar kencang dan disambut dengan menggempita (mengingat sosoknya yang fotogenik, tampan, dan kerap hadir dalam momen-momen penting dan menarik). Syahrini —jika hidup di zaman itu, pasti lewat! Andai Blog sudah ada, maka bisa jadi Blogger yang paling aktif sekaligus menarik adalah milik nama-nama sekelas Bung Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, Natsir, dan sederet tokoh-tokoh kaliber lain. Lantaran mereka adalah intelektual berbobot yang sangat hobi menulis. Kira-kira twitter, ...
  • 5

    Nov

    "Harga Diri" Staf Ahli DPR RI

    Sebuah publikasi menyebut bentuk Gedung DPR RI buruk, tak cocok dengan Fengshui. Akibatnya: selalu terjadi masalah keuangan, ramai pemborosan, kerap bergolak, dan penuh tekanan. Pernyataan ini bersumber dari Linda Kho, Praktisi Fengshui. Boleh percaya, boleh menolak. Namun jika pakai ilmu gothak-gathik-gathuk (metode mencocok-cocokkan sesuatu), prediksi Linda Kho selalu bertemu dengan bukti faktual. Keributan muncul tak kenal siang atau malam, terjadi di DPR RI. Isu yang bersangkut paut dengan keuangan (dan pemborosan) juga kerap muncul. Jangan kata soal te...
  • 23

    Oct

    Sejarah Media Sosial Berasal dari Indonesia

    Jangan-jangan benar nujuman Plato, bahwa Atlantis itu berada di Indonesia? Sebentar Atlantis adalah nama yang menggambarkan Maha Kekaisaran yang sangat adidaya di zaman antah berantah. Sebuah buku, malah dengan yakin mengganti kata jangan-jangan di awal tulisan ini menjadi: ya, pasti. Buku itu berjudulAtlantis, The Lost Continent Finally Found, karya Arysio Santos, menemukan bahwa ciri-ciri Atlantis versi Murid Socrates itu sama persis dengan kerajaan maha besar era silam, yang ada di Selat Sunda. Plato menyebut Atlantis adalah kerajaan yang sangat makmur, kaya raya, balatentara gajah, dan alamnya sangat indah Sesungguhnya agak banyak klaim sejarah yang menyebut Indonesia sebagai sumber utama. Termasuk sejumlah fosil di beberapa situs (seperti Sangiran), sebagai penunjuk atas awal mulan
  • 23

    Oct

    Badai Informasi Politik dan Propaganda Putih

    Sepuluh menit aktivitas online yang kita lakukan, sebanding dengan seratus tahun waktu yang dibutuhkan oleh manusia era lampau (dalam menyimak limpahan informasi yang begitu menderas). Tentu hitungan ini semata imajiner, sama persis dengan garis Wallacea yang dibayangkan membelah Indonesia Barat dengan Indonesia Timur (dalam perbedaan flora dan fauna). Atau seperti garis ekuator yang kerap kita sebut garis khatulistiwa. Namun satu dua alasan pasti bisa diterima. Bahwa, pertama, ada bukti-bukti sahih bahwa dahulu begitu panjang proses pertukaran informasi. Berita tentang keberhasilan Marcopolo menemukan Benua Amerika bisa sampai ke kuping Ratu Issabel dan Raja Ferdinand di Spanyol memakan waktu enam bulan. Pun kejadian-kejadian lain, yang memakan proses nan lama, untuk menjad
  • 23

    Oct

    Politik dan Media Massa Menyetir Memori Kita

    Nyaris tanpa jeda, ruang publik dan ruang media (mainstream dan sosial) menggerojok memori khalayak dengan informasi politik. Hampir-hampir saja sejumlah gelintir masalah penting terabaikan saja. Padahal, bila memakai ukuran NKAB (nilai kadar aktualitas berita), beberapa perkara non politik yang sepi dari ekspose media adalah urusan yang terbilang perlu. Terkait harga diri bangsa (peraihan medali emas Cabang Bulutangkis di Asian Games), masalah ketahanan dan pertahanan (perayaan HUT TNI), dan isu korupsi (penangkapan Gubernur Riau oleh KPK). Praktek total exposure (publikasi tanpa henti) oleh media ini, tentu saja bisa dimengerti dengan cara gampangan. Semisal menyebut adanya perkawinan antara media dan politik, untuk menghegemoni wacana publik. Orang bisa mengatakan, politic dr
  • 15

    Oct

    Jadi Zombi Tanpa Energi (Listrik)

    Bumi apabila dilihat dari atas terlihat dalam rona berbeda. Sebagian nampak terang. Sebagian lain pekat. Wilayah yang gulita itu adalah Afrika. Jadi ternyata sebutan benua hitam untuk Afrika, tak melulu soal warna kulit dan nasib (mereka dianggap tertinggal). Melainkan juga karena di sana pancaran energi listrik sangat sedikit. Hingga terlihat kelam kala malam. Kontras dengan belahan bumi lainnya (terutama Eropa dan Amerika), yang terang menggemintang. Lantaran electrical power (energi listrik) yang begitu kuat. Petikan informasi di alinea barusan, dapat d...
  • 3

    Oct

    "Palu Ceu Popong" dan Politik Zaman Batu!

    Zaman batu tua, manusia membuat palu kasar. Zaman batu muda, manusia menghasilkan palu genggam. Zaman batu cincin… manusia mencuri palu sidang (tanya ke Ceu Popong). Taruhulah itu sebagai kelakar. Lantaran fakta sebenarnya tak persis begitu. Arkeolog yang melakukan eksavasi (pengangkatan) bukti-bukti historis atas pembabakan sejarah manusia, menyebut era paloelitikum (batu tua), sebagai fase paling awal, tatkala mahluk pitcheantropus erectus (manusia purba yang sudah mampu berjalan tegak), baru saja belajar berbudaya. Berbudaya artinya adalah...
- Next

Author

Follow Me