• 11

    Jan

    Masih Ada Politisi Muda Yang Patut Jadi Teladan...

    Anak-anak muda itu dari mana mendapat inspirasi melawan Jenderal Besar Soeharto? Hal apakah yang meracuni otak mereka? Sehingga begitu nekat menghadapi rezim yang saat itu begitu kukuh dan perkasa memberangus tiap letupan perlawanan? Jangankan anak-anak ingusan (istilah para tentara Orde Baru untuk para aktivis mahasiswa era 90-an), senyampang para Mantan Jenderal sekalipun dengan mudah dilumpuhkan oleh kekuasaan despotik Soeharto. Jika membaca buku Anak-Anak Revolusi-nya Budiman Sudjatmiko ini, yang merupakan otobiografi penulisnya yang ditulis ngepop, jawaban untuk pertanyaan di atas adalah pendek saja. Buku. Ilmu. Dan guru. Tiga perkara itu yang menjadi alat tafsir atas setiap realitas. Budiman Sudjatmiko begitu berhasil menafsirkan pelik-pelik kehidupannya, dengan petikan berbagai
  • 7

    Jan

    Dosa Ganda Anas Urbaningrum

    Anas Urbaningrum pasti tahu salah satu jenis dosa sosial versi Mahatmah Gandhi, yaitu politik tanpa prinsip. Dia bukan tipe politisi cangkokan yang jadi karena rekayasa keluarga. Melainkan tumbuh dan berkarir lewat proses panjang. Salah satu warna dominan dari tapak jejaknya adalah proses intelektual. Boleh dibilang, awalnya, brand sebagai politisi cendekia melekat di dirinya. Inipun bukan atribut yang dibeli dari Kampus Ruko. Memang ada senyata-nyatanya. Sejumlah buku, karir akademik, publikasi ilmiah, pernah lahir di tangannya. Anak-anak HMI yang jadi juniornya selalu ingat dan selalu ingin mencoba satu istilah yang digelontorkan Anas, yakni riset mandiri. Kecendekiaan Anas tempo doeloe tak terbantahkan. Sekali lagi, saya yakin, Anas Urbaningrum pasti pernah membaca pengingatan dosa
  • 6

    Jan

    Dahlan Iskan "Korban" Hukum Besi Komunikasi

    Sekitar dua ratusan lembaga media lahir di tangannya. Entah berapa ribu jurnalis yang langsung tak langsung pernah bernaung di bawah manajemen Grup Media yang ia kelola. Dan bila Napoleon Bonaparte benar, bahwa berita lebih berbahaya daripada peluru, maka tentu Dahlan Iskan adalah orang yang paling menakutkan. Bos Grup Jawa Pos itu tak alang kepalang kekuasaannya dalam soal jaringan media dan distribusi berita. Selalu itu yang menjadi perbincangan orang, tatkala mendiskusikan figur Dahlan Iskan. Entah kawan atau lawan, merasa jeri bila menyebut power peserta konvensi Capres Partai Demokrat ini. Lagipula, tak ada bualan di situ. Mulai dari media besar di Jakarta hingga setumpuk lembaran koran-koran daerah di pelbagai pelosok negeri, nyaris tak pernah absen menayang wajah plu
  • 25

    Dec

    Ibnu Batuta: Legenda Ulama Pengelana

    Cover Buku Ibnu Batuta Resensi Buku: Tiga puluh tahun petualangan. Empat puluh empat negara (di empat benua). Tujuh puluh tiga ribu mil jarak tempuh. Dan empat kali bolak-balik berhaji ke Mekkah. Serta satu buah buku dokumen berjudul Rihla (atau catatan perjalanan). Semuanya ada di pundak Ibnu Batuta. Atas semua itu, dunia Barat menyebutnya sebagai Marcopolo kedua. Dunia Islam —tempat ia tumbuh dan melakukan petualangan plus pengabdian— mengenangnya dengan takzim. Ibnu Batuta memang bukan orang Islam pertama yang menempuh pelayaran panjang serta ekspedisi jarak jauh. Tetapi jelas ia adalah primus inter pares (yang terbaik diantara yang lainnya). Lagipula, ia bukan sejenis pelancong atau pedagang yang berlayar karena motivasi bisnis atau kesenangan. Jauh melampaui itu. Be
  • 24

    Dec

    Mengungkap "Rahasia" Bank Indonesia

    Cover Buku Darmin Nasution Terlalu banyak isu dengan sedikit jawaban —inilah fenomena sosial politik kita sehari-hari. Wacana keseharian terisi dengan saling tuding dan lempar masalah. Segala perkara yang muncul ke permukaan lalu kemudian dibahas dengan gaya rumpi. Lalu sepertinya semua pihak kian cerewet, mudah berpolemik, dan termakan dengan desas-desus. Polah nyinyir seperti itu, nyaris tiada batas. Soal politik, urusan ekonomi, keamanan, dan lebih-lebih dunia hiburan, semuanya terjejali dengan gosip. Seolah-olah tak ada lagi sumber yang punya otoritas dan mampu menjelaskan duduk perkara. Atau justru masyarakat tak ingin informasi yang argumentatif seraya lebih memilih obrolan murahan? Salah satu sasus yang sempat melesat dalam orbit politik-ekonomi nasional adalah tentang d
  • 6

    Dec

    Nelson Mandela Yang Menggetarkan...

    Cover Buku Mandela Dunia membutuhkan banyak pahlawan, tetapi hanya tersedia segelintir. Nelson Mandela adalah barangkali pahlawan paling murni yang kita miliki… Richard Stangler, dalam buku The Mandelas Way… Di Afrika Selatan berlaku prinsip Ubuntu, yang artinya adalah kemanusiaan kepada sesama. Halaman paling awal buku ini, The Mandelas Way, ditulis oleh Richard Stengel, dan di Indonesia diterbitkan oleh Penerbit Grup Erlangga (Jakarta, 2010), menyebut Ubuntu sebagai berikut: Bahwa jika kita ingin mengerjakan sesuatu di dunia ini, hal itu akan tercapai berkat adanya jasa orang lain (di Halaman Pengantar). Istilah Ubuntu kini mendunia, lantaran dijadikan nama salah satu program aplikasi (perangkat lunak) bebas di dunia komputer, yang disponsori oleh Linux. Mandela, menu
  • 8

    Dec

    Bung Hatta, dan Hari Anti Korupsi se-Dunia

    Bernisan bangga, berkafan doa, dari kami yang merindukan orang sepertimu… (Lirik lagu berjudul Bung Hatta, dari Iwan Fals) Sewaktu masih menjadi Wakil Presiden RI, Bung Hatta hanya bisa menempel sobekan iklan sepatu Merk Bally, di dinding ruang kerjanya. Hingga akhir hayat, Bapak Proklamator itu tak sanggup membeli. Ia, hanya bisa menatap dari hari ke hari. Petikan di paragraf awal itu hanya sekelumit kisah. Pria agung kelahiran Sumatera Barat ini seperti sumur tanpa dasar, untuk sesuatu yang bernama keteladanan hidup hemat. Di mata kita hari ini, apa yang pernah terjadi dengan Bung Hatta, adalah nyaris mustahil. Betapa seorang camat di daerah pelosok yang melarat sekalipun, ke mana-mana naik Fortuner atau Pajero Sport. Gelimpangan hidup mewah adalah penanda wajib bagi
  • 15

    Apr

    Tebar Kekuatan atau Tebar Pesona?

    Catatan Kritis atas Fenomena Ribuan Spanduk di Pilkada Kab. Tangerang RUMUS paten untuk mendongkrak nama beken di Pilkada Kab. Tangerang kurang lebih seperti ini: tebar spanduk untuk 278 kelurahan/desa, di 29 kecamatan. Berapa jumlahnya? Minimal 1.000 lembar, itu artinya per keluarahan/desa terpasang tiga sampai empat. Tentukan titik pemasangan, idealnya di jalur utama, perempatan, pasar, dekat masjid/sekolah, dan daerah yang menjadi jalur lalu lintas atau pergerakan orang. Jangan pancang di kuburan, apalagi di dalam gua. Terkesan sepele, memang. Tapi tidak seperti itu. Nyatanya, perlu-perlunya sejumlah tokoh saat ini menyewa tim khusus untuk urusan pasang memasang kain rentang (spanduk, banner, baliho, dan lain-lain). Asumsinya, tim khusus bekerja profesional. Tahu cara memasang span
  • 12

    Apr

    Perang Semesta di Pilkada (Tangerang)

    Si vis pacem, para bellum, jika ingin damai harus siap perang (Pepatah Latin) Perang bukan lelucon, kata Zlata Ifipovich, bocah kecil korban kebengisan balatentara Kroasia yang membantai muslim Bosnia. Tentu saja. Hanya orang dengan isi kepala jebol saja yang menyatakan perang adalah sebentuk dagelan. Atau harus terlebih dahulu menjadi sesinting Kaisar Nero, yang membakar Kota Roma (yang megah) sembari tertawa-tawa Perang adalah perang. Motivasi menaklukkan, merebut, menguasai, menghancurkan, dan mengalahkan, adalah serentetan alasan lahirnya perang. Meski dalam perjalanan sejarah, ada juga perang yang meletus justru untuk menciptakan perdamaian. Atau perang yang bersumber dari itikad membela diri. Hingga itu lahir rasionalisasi yang membenarkan perang untuk menciptakan perda
  • 4

    Apr

    Riset dan Survey Pilkada yang Menjengkelkan

    Angka bulat dalam statistik, selalu berarti kebohongan Hampir-hampir tak ada lagi riset politik yang bisa mendidik publik. Lantaran begitu pekat dengan manipulasi, rekayasa, serta kamuplase. Kita sebagai publik awam, acapkali kesal lantaran dijejali dengan pelbagai publikasi riset dengan kepentingan politik yang terlalu menonjol. Maka wajar jika kemudian publik gagal memperoleh referensi terbaik dalam presentasi sebuah riset. Jika begitu, apakah harus pula membuang 100% setiap publikasi riset? Tidak juga. Ada beberapa publikasi riset yang layak kita telaah. Sebelumnya, mari kita kenali tiga jenis riset yang memang teramat (sangat) layak kita buang… Riset Sampah Tak ada yang paling menjengkelkan dari hasil sebuah riset kecuali kebohongan. Lebih-lebih, jka kemasan pembohongan mela
- Next

Author

Follow Me